Skip to content

Menperin ajak industri kosmetik manfaatkan potensi bahan natural

Written by

asodao13asf

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong industri kosmetik untuk memanfaatkan potensi bahan alami yang ada di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam acara seminar bertajuk “Pemanfaatan Potensi Bahan Alam di Sektor Kosmetik” yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian.

Menperin Agus menekankan pentingnya penggunaan bahan alami dalam produk kosmetik sebagai upaya untuk mempromosikan kekayaan alam Indonesia serta mendukung pembangunan industri kosmetik yang berkelanjutan. “Indonesia memiliki berbagai macam bahan alami yang dapat dimanfaatkan untuk industri kosmetik, seperti minyak kelapa, cokelat, manggis, dan lain sebagainya. Kita harus memanfaatkan potensi ini dengan baik untuk meningkatkan daya saing produk kosmetik Indonesia di pasar global,” ungkapnya.

Selain itu, Menperin Agus juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengembangan produk kosmetik berbahan alami. Menurutnya, inovasi merupakan kunci untuk memenangkan persaingan di pasar kosmetik yang semakin ketat. “Industri kosmetik harus terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk yang inovatif dan berkualitas tinggi. Dengan begitu, produk kosmetik Indonesia dapat bersaing dengan produk dari negara lain,” tambahnya.

Para peserta seminar juga diimbau untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam dalam penggunaan bahan alami untuk produk kosmetik. Menperin Agus menegaskan pentingnya menjaga lingkungan dan melakukan praktik produksi yang ramah lingkungan. “Kita harus mengoptimalkan penggunaan bahan alami tanpa merusak lingkungan. Industri kosmetik harus berperan sebagai agen perlindungan lingkungan dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam yang digunakan,” tutupnya.

Dengan ajakan Menperin Agus ini, diharapkan industri kosmetik Indonesia dapat terus berkembang dan menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi serta ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan bahan alami juga dapat menjadi nilai tambah bagi produk kosmetik Indonesia di pasar global.

Previous article

Kemenparekraf apresiasi inisiatif AQUA gelar bersih-bersih pantai

Next article

Ahli: Kandungan gizi daging nabati berbeda dengan daging hewan