Skip to content

Kiat persiapan puasa bagi penderita penyakit komorbid

Written by

asodao13asf

Puasa merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam selama bulan Ramadan. Namun bagi penderita penyakit komorbid, persiapan untuk menjalani puasa perlu dilakukan dengan lebih hati-hati dan teliti.

Penyakit komorbid adalah kondisi dimana seseorang memiliki dua atau lebih penyakit kronis sekaligus, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung. Puasa bagi penderita penyakit komorbid dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan jika tidak diatur dengan baik.

Berikut adalah beberapa kiat persiapan puasa bagi penderita penyakit komorbid:

1. Konsultasikan dengan dokter
Sebelum memutuskan untuk berpuasa, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis Anda. Dokter akan memberikan saran dan rekomendasi apakah Anda boleh berpuasa atau tidak, serta bagaimana cara menjalani puasa dengan aman.

2. Atur pola makan
Penderita penyakit komorbid disarankan untuk mengatur pola makan selama bulan puasa. Hindari makanan yang mengandung gula tinggi, garam berlebih, dan lemak jenuh. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta perbanyak makan buah dan sayuran.

3. Minum air yang cukup
Selama puasa, tubuh membutuhkan cairan yang cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh. Pastikan Anda minum air yang cukup saat berbuka dan sahur, serta hindari minuman berkafein dan berkarbonasi yang dapat menyebabkan dehidrasi.

4. Perhatikan obat-obatan
Jika Anda mengonsumsi obat-obatan secara rutin, pastikan untuk selalu mengonsumsinya sesuai dengan resep dokter. Jika obat harus diminum dengan makanan, pastikan untuk mengonsumsinya saat berbuka atau sahur.

5. Istirahat yang cukup
Selama bulan puasa, usahakan untuk mendapatkan istirahat yang cukup agar tubuh tetap segar dan bugar. Hindari aktivitas yang terlalu berat dan istirahatlah sesuai kebutuhan tubuh Anda.

Dengan melakukan persiapan puasa yang baik, penderita penyakit komorbid dapat tetap menjalani ibadah puasa dengan aman dan nyaman. Selalu perhatikan kondisi kesehatan Anda dan jangan ragu untuk meminta bantuan dan saran dari dokter spesialis jika diperlukan. Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan berkah yang melimpah. Aamiin.

Previous article

Mengintip proses pembuatan susu bubuk di Pabrik Nestle Kejayan 

Next article

Wakil Menteri Pariwisata ajak PHRI berkolaborasi majukan pariwisata